Selasa, 21 Desember 2010

Ungkapan Terdalam Buat Seorang Ibu Di Hari Ibu



Seorang Anak Disaat ia terlahir kata pertama yang akan dia ucapkan adalah mama/ibu/mam/mami/umi/mother
Kata ‘ibu begitu indah bagi para perindu Ilahi. Kata bertuah bagi mereka yang memiliki hati.
Ibu adalah sosok manusia kuat nan tangguh
Walau derita dan maut datang merapat, tak pernah ibu mau menggugat.


Ketika Allah menyebut dirinya Ar Rahim maka hanya ibu yang memperoleh nama itu. Seakan-akan, siapa saja manusia yang menghinakan wanita, sesungguhnya ia telah melukai Allah Ar Rahim.

Siapa saja anak yang menggoreskan luka di hati ibunya, walau hanya berkata ”ah”, niscaya pintu-pintu neraka bergetar haus rindu melahapnya


Seandainya kita berjalan kaki sambil menggendong ibu, kemudian mendaki dari lembah paling dalam menuju puncak gunung menjulang, sungguh takkan pernah akan mampu mengembalikan darah dan air susu ibu yang telah tumpah. Maka, dengan rasa haru, ukirlah di hati sebuah kata paling indah, Ibu


Berbahagialah bila orang tua memanggil atau menyuruh kita mengerjakan sesuatu. Karena sesungguhnya, mereka sedang membuka pintu-pintu keberkahan Ilahi yang akan dikucurkan dari arah yang tak terduga.


Sayangilah Ibu kita sebagaimana iya menyayangi dan menjaga kita sejak balita
Yang pertama kali mengajarkan kita ilmu bukanlah seorang guru tapi adalah seorang ibu
Maha besar karya seorang Ibu bagi anaknya
Walaupun seorang anak terkadang tak menyadari masih banyak perlakukan yang menyakiti hati seorang ibu


Disaat aku menuliskan kata ini terasa haru yang ada di diriku seakan ingin menetaskan air mata
Karena aku menyadari bahwa sebagai seorang anak ku belum bisa belum membahagiakan ibuku
Seuntai kata puisi buat seorang ibu yang selalu ada Di hati



Ibu


Engkau miliki kasih tak bertepi,
Engkau miliki cinta tak bermuara,
Kasih sayangmu begitu tulus,
Cintamu begitu agung,
Tak bisa ku balas jasa dan pengorbananmu,
Cintaku tak mampu menandingi semua yang engkau miliki,
Engkau pelita dalam hidupku,
Engkau cahaya perjalananku,
Engkau sinar yang tak pernah padam di diriku


Beribu kata telah tersusun,
Berbait paragraf telah tertata,
Beribu halaman telah ku tulis,
Beribu buku aku karyakan,
Namun,
Kasih dan sayang yang telah engkau curahkan,
belum mampu aku tuliskan,
dan mungkin tak akan mampu kususun kata terindah,
untuk menggambarkan sucinya kasih sayangmu,
karena kasih sayangmu tak untuk di gambarkan,
hanya bisa aku rasakan,
Begitu luasnya kasih sayangmu Ibuku,

…….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar